Tanya:
Assalamualailum ustadz, Mau tanya. Aqiqah sama Qurban yang lebih baik didahulukan yang mana? Makasih.
Jawab:
Waalaikumsalam. Qurban lebih diprioritaskan sebab waktunya sangat terbatas sementara aqiqah waktunya sangat luas.
وأوضحت "الإفتاء" فى إجابتها على سؤال: "إذا اجتمعت الأضحية والعقيقة من يكون أولى؟ أن الأُضْحِيَّة والعقيقة سُنتان، فإن عجز عن القيام بهما معا لفقر ونحوه قدَّم الأضحية، لضيق وقتها واتساع وقت العقيقة.
Tanya:
Tapi gini Ustadz. Kita mau Qurban, tapi kita sendiri belum aqiqah, karena dulu orang tua kita tidak mampu meng-aqiqoh kita. Gimana itu pa ustdz lebih utama mana?
Jawab:
Jika memang kasusnya demikian maka yang perlu diprioritaskan الأقدم زمنا (yang lebih dahulu waktunya). Namun apabila waktunya sama, contoh ternyata waktu proses penyembelihan aqiqohnya saat Idul Adha sedangkan dia juga harus berkurban tetapi tidak bisa melaksanakan keduanya bersamaan maka yang didahulukan adalah Qurbanya, tetapi jika mampu dilakukan keduanya lebih baik karena keduanya sama-sama sunnah muakkadah atau mengikuti madzhab Imam Ahmad dan Imam Hanafi dimana beliau berpendapat boleh mengumpulkan 2 ibadah sekaligus dengan satu kali niat. Kerjakan yang lebih mudah dulu, aqiqoh tidak harus dilakukan saat idul adha saja, melainkan boleh di lakukan kapan saja sunnahnya 7 hari dari kelahiranya atau semampunya.
Tanya:
Assalamualaikum
Maaf ustadz seumpama ga mampu aqiqah gimana ustadz? (Ya mudah-mudahan ada rejeki jadi mampu). Tapi ini seumpama ga mampu, bagaimana hukumnya ustadz?
Jawab:
Wa'alaikumussalam. Boleh di lakukan saat mampu, karena hukumnya sunnah muakkadah namun afdolnya di lakukan pada hari ke 7 kelahiran bagi yang mampu sebagaimana hadist Rasulullah:
كُلُّ غُلَامٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ ، وَيُسَمَّى فِيهِ، وَيُحْلَقُ رَأْسُهُ) رواه
Semua anak yang dilahirkan tergadai dengan aqiqah nya di sembelih untuknya (1 ekor kambing bagi perempuan, 2 ekor bagi laki-laki) pada hari ke 7, di beri nama dan di cukur. Riwayat Tirmidzi
أما معنى قوله صلَّى الله عليه وسلَّم: "مرتهن بعقيقته": فقيل فيه: أي: إنَّ تنشئتَه تنشئةً صالحة، وحِفْظه حفظًا كاملاً - مرهونٌ بعقيقته، وقيل: المعنى: لا يشفع لوالديه يومَ القيامة إن لم يُعقَّ عنه.
Maksud tergadai adalah:
- Pertumbuhan yang baik dan penjagaan sempurna dari Allah.
- tidak memberi syafaat kepada kedua orang tuanya (pendapat paling kuat).
Tanya:
Apakah semisal kita gak mengaqiqohkan anak kita berarti masih tergadai ustadz? terus kalo anak kita jadi anak-anak yang sholeh belum kita aqiqahkan apa tidak bisa menolong orang tuanya ya ustadz di yaumil akhir nanti?
Jawab:
Kalau pemahaman hadistnya demikian (anak tidak dapat memberi syafaat di yaumil akhir, red.), kecuali bagi orang yang tidak mampu. Namun anak yang soleh dia akan memberi syafaat kedua orang tuanya dengan doa sebagaimana hadist:
- عن أبي هريرة رضي الله عنه: أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: ((إذا مات الإنسانُ انقطع عنه عملهُ إلا من ثلاثةٍ: إلا من صدقة جارية، أو علم ينتفع به، أو ولد صالح يدعو له))؛ رواه مسلم
(Riwayat Muslim)
- (وَٱخۡفِضۡ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحۡمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرۡحَمۡهُمَا كَمَا رَبَّیَانِی صَغِیرࣰا)
Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.” [Surat Al-Isra' 24]

Posting Komentar