Tanya:
Assalamualaikum. Saya mau tanya ustadz apakah benar termasuk riba adanya kalau kita pinjam uang di bank? Apakah tidak ada pengampunan sama sekali?

Jawab:
Waalaikumsalam masalah riba termasuk dalam masalah hutang piutang. Dalam Islam hutang piutang adalah baik sebagaimana alllah berfirman :

(مَّن ذَا ٱلَّذِی یُقۡرِضُ ٱللَّهَ قَرۡضًا حَسَنࣰا فَیُضَـٰعِفَهُۥ لَهُۥۤ أَضۡعَافࣰا كَثِیرَةࣰۚ وَٱللَّهُ یَقۡبِضُ وَیَبۡصُۜطُ وَإِلَیۡهِ تُرۡجَعُونَ)
[Surat Al-Baqarah 245]

Barangsiapa meminjami Allah dengan pinjaman yang baik maka Allah melipatgandakan ganti kepadanya dengan banyak. Allah menahan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.

Namun ada kaidah penting dalam hutang piutang yaitu:

كل قرض جر نفعا فهو ربا 

Semua hutang yang membawa manfaat/menguntungkan maka itu riba.
 
Contoh: hutang 50 juta harus bayar 60 juta maka itu menguntungkan, maka tidak boleh. 
Namun semua itu tergantung syarat di awal/akad di awal jika tidak disyaratkan pada saat  akad membayar sekian persen, pada saat membayar ternyata membayar lebih dari nominal hutangnya maka dibolehkan. 

- Intinya terdapat pada:Saat akad/transaksi jangan disyaratkan harus mengembalikan sekian persen dari hutang. 

- المسلمون على شروطهم 
Seorang muslim tergantung pada syaratnya

- العبرة بالعقود 
Yang menjadi patokan adalah akadnya/saat transaksi. 

-   وروى جابر بن عبدالله - رضي الله عنه - قال: "كان لي على رسول الله -صلى الله عليه وسلم- حق فقضاني وزادني"؛ متفق عليه.
Riwayat Jabir ra: beliau berkata Rasululloh punya hutang kepadaku lalu beliau membayarnya dan melebihinya (Muttafaq alaihi)

Tanya:
Assalamualaikum wr.wb. Bagaimana seperti di bank, banyak sekali seseorang membutuhkn uang tapi cari pinjaman ke orang itu tdak mudah, apalagi berjuta-juta ust???

Jawab:
ثم إنه لا يخفى عليك أن الاقتراض بالربا محرم لا يجوز الإقدام عليه إلا لضرورة لا يمكن دفعها إلا به لقول الله تعالى : ( فاتقوا الله ما استطعتم واسمعوا وأطيعوا) . [ التغابن: 16].

وقوله تعالى : (فمن اضطر غير باغ ولا عاد فلا إثم عليه إن الله غفور الرحيم) . [البقرة: 173].

Tidak boleh hutang di bank melainkan pada saat benar-benar darurat, dalilnya Al Quran di atas

Post a Comment